"Adolescence is a border between childhood and adulthood. Like all borders, it’s teeming with energy and fraught with danger" (Mary Pipher).
Ane mengutip sebuah Quote dari Seorang Psikolog klinis dan penulis dari Amerika, Mary Pipher, yang mendefenisikan Masa remaja sebagai sebuah perbatasan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. di perbatasan ini, umumnya dipenuhi dengan energi dan dipenuhi dengan bahaya. beliau melihat potensi yang kuat dari masa remaja, dimana energi yang besar dapat melahirkan hal-hal besar yang bernilai positif,hal ini seharusnya mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para remaja. tapi di samping itu, luapan energi yang besar ini juga memicu bahaya yang besar jika pemanfaatan energi tersebut salah disalurkan. *kira-kira begitulah yang bisa ane simpulkan dari Quote-nya mbak Mary.

"Darah muda.... darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda...... masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli.......... Darah muda
Biasanya para remaja,
Berpikirnya sekali saja.....Tanpa menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja......Waspadalah dalam melangkah,
Agar tidak menyesal akhirnya"
Oke,
itu dia tadi satu tembang bagus dari Bang Rhoma yang berjudul "Darah
Muda", yang telah mengajak kita melihat sosok remaja melalui lantunan
merdu syair-syair beliau yang ter...la.....lu..... *abaikan
Remaja....... sosok yang pekat dengan keceriaan, semangat yang membara, serta rentan terkontaminasi oleh zaman. dan
kasus kenakalan remaja yang paling marak beberapa tahun ini adalah
(jreng...jreng...jreng).........kasus pergaulan bebas. bagaimana tidak,
jika boleh flashback, kita bisa bercermin dan menemukan fakta bahwa setiap tahun kasus kenakalan remaja semakin meningkat, mulai dari tindakan asusila hinggi aborsi.